Jakarta Financeroll.com – Perdagangan mata uang sampai penutupan pasar Amerika, dolar kembali terdepresiasi oleh major currency lainnya. Merebaknya kembali sentimen risk appetite pasca di rilisnya laporan keuangan Amerika tadi malam menjadi salah satu pemicu bagi para spekulan memburu mata uang yang bisa memberikan imbal hasil lebih tinggi. Membengkaknya neraca perdagangan Amerika yang di luar ekpektasi pasar kian mendorong para investor untuk meninggalkan mata uang greenback ini.
Di sisi lainhya mata uang tunggal Eropa euro terus menunjukan trend positifnya, meredanya masalah utang di Eropa pasca langkah Pemerintah Yunani meningkatkan nilai obligasinya cukup berhasil meyakinkan kalangan pelaku pasar akan penyelesaian krisis fiskal di negara dewa ini, meskipun negara Portugal masih di tunggu langkah selanjutnya dalam menangani krisisnya. Mata uang poundsterling pun berhasil rebound karena dorongan positif meningkatnya data inflasi U.K, spekulasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral U.K pun kembali merebak bila mengacu ke data inflasi yang di nilai masih terkendali.
Untuk perdagangan ini, data fundamental ekonomi yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan pasar di antaranya dari U.K data claimant count change dengan estimasi membaik namun average earnings di perkirakan akan menurun, dari Eropa data inflasi dengan estimasi akan meningkat serta data industri poroduksi diperkirakan akan membaik pula bisa mendorong penguatan euro lebih lanjut. Sedangkan dari Amerika sendiri data retail sales diperkirakan akan membaik, serta data import prices dengan estimasi akan membaik pula. Event yang perlu di waspadai adalah FOMC meeting minutes pada dini hari nanti, apakah akan ada indikasi perubahan kebijakan suku bunga dari Fed?.
Untuk pergerakan hari ini, di pasar Asia dan Eropa kami ada kemungkinan tekanan terhadap dolar masih akan bertahan, faktor sentimen risk appetite yang kini kembali merebak serta antisipasi data inflasi Eropa diperkirakan akan mendorong spekulasi kenaikan suku bunga oleh ECB. Adapun bila terjadi pergerakan koreksi dari high yield currency kemungkinan akan terjadi di pasar Amerika apabila data retail sales sesuai dengan ekpektasi pasar. Namun secara keseluruhan, seperti yang telah disampaikan dalam ulasan sebelumnya, para pelaku pasar nampaknya tidak akan terlalu agresif mendorong mata uang tunggal Eropa untuk melaju terus, isu sentral masalah hasil stress test di Eropa yang akan di umumkan minggu ketiga bulan ini akan menentukan trend selanjutnya.
